Kamis, 15 April 2010

'Aisah' Single Melayu Andalan Five Minutes


da satu single yang sangat berbeda di album terbaru Five Minutes yang bertajuk SATU HATI ini. Ada satu single yang berjudul Aisah yang jadi single andalan mereka setelah Sumpah Mati, aransemen musik melayu kental di lagu ini tapi tetap tidak melupakan unsur rock.
Five Minutes sendiri tidak menyangkal kalau single ini memang untuk mengikuti selera pasar saat ini yang ramai dengan musik melayu. Single yang diciptakan karena curhatan seorang Fivers - penggemar Five Minutes, yang bercerita tentang seorang laki-laki yang ditinggal kekasihnya.
"Selain single Sumpah Mati ya yang jadi andalan lagu Aisah, karena sebelum di promoin lagu ini udah terkenal makanya kami pilih lagu ini dijadikan single. Aisah memang lagu melayu, dibilang ikut trend iya, tapi kami buat lagu melayu ala Five Minutes," ujar Ricky, keyboardist Five Minutes saat preskon launching album SATU HATI di Potluck cafe, Bandung, baru-baru ini.
Bahkan Richie, sang vokalis, menyatakan tidak ada kesulitan tersendiri dalam menyanyikan lagu ini, begitu juga dengan personil lainnya seperti Ricky, Drie, Irul, dan Aria merasa walaupun lagu ini bernuansa melayu tapi semuanya digarap ala Five Minutes jadi tidak sulit bagi mereka.
"Kalau aku pure dari diri sendiri. Walaupun notasi cengkoknya kaya melayu tapi ini saya jadi aku nyanyikan sesuai gaya aku, dengan gaya Five Minutes. Yang paling susah di album ini Aisah karena buat sesuatu yang lagu yang cukup mudah tapi dibikin tidak gampangan," pungkas Richie diamini personel yang lain.

Sumber : Kapnlagi.com

Rabu, 14 April 2010

Eksis Lagi, Seurieus Pelan-pelan Lepas Bayangan Candil


Band Seurieus kembali eksis lewat singel 'Cinta Itu Sudah Mati'. Pelan-pelan, band asal Bandung itu pun melepas bayang-bayang vokalis lamanya, Candil.

Kini Seurieus telah menemukan vokalis baru bernama Boym. Namun walau bervokalis baru, Seurieus tetap ngerock.

"Boim juga ngerock tapi beda banget sama Candil. Kekuatan dia di nada bawah. Candil nyanyi rendah nggak dapat, tapi Boym rendah sampai tinggi bisa, walau nggak setinggi Candil," ujar Hayam, sang drummer, ketika berbincang dengan detikhot via ponselnya, Kamis (1/4/2010).

Seurieus mengakui Candil tidak akan pernah tergantikan. Namun waktu berjalan dan Seurieus juga harus berkembang. Karenanya Boym dipilih untuk melengkapi formasi baru Seurieus.

"Yang jelas Seurieus yang sekarang beda banget. Pengennya pendengar jangan ngebanding-bandingin. Coba dinikmatin aja yang baru sekarang. Tetap rock nyeleneh a la Seurieus kok," tutur Hayam.

Rencananya album terbaru Seurieus akan menyusul pada pertengahan 2010. Band yang pernah menelurkan lagu 'Rocker Juga Manusia' itu kini telah putus kontrak dengan Musica Studio yang menaungi tiga album terakhir mereka. Seurieus sedang mencari label baru yang akan mengedarkan musiknya.

Sumber : http://music.detikhot.com/read/2010/04/01/163801/1330455/242/eksis-lagi-seurieus-pelan-pelan-lepas-bayangan-candil

Rilis Mini Album, Sore Hanya Cetak 500 CD


Penantian panjang atas karya terbaru band Sore terjawab sudah. Mereka merilis mini album bertajuk 'Sombreros Kiddos'. Album tersebut hanya dicetak sebanyak 500 CD.

"Awalnya kita mau merilis materi bootleg yang isinya materi-materi Sore yang dulu. Namun ketika kita menemukan beberapa materi yang belum pernah didengar orang sebelumnya, ya kenapa nggak bikin mini album aja," ujar Mondo Gascaro, sang pemain piano Sore, ketika berbincang dengan detikhot di AOD Store, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2010) malam.

Album tersebut berisikan enam lagu. Yang paling diidolakan para Kampiun (sebutan untuk penggemar Sore) adalah lagu 'Silly Little Thing' yang dibawakan duet bersama penyanyi Malaysia, Atilia Haron.

Band yang digawangi Ade Firza Paloh (gitaris, vokalis), Awan Garnida (bass, vokal), Gusti Pramudya (drum, vokal), Reza Dwiputranto (gitar, vokal), dan Mondo Gascaro (piano, kibord) itu mengambil nama 'Sombreros Kiddos' terinspirasi dari anak-anak. Album ini merupakan kelanjutan dari 'Ports of Lima' yang dirilis Sore pada November 2007 lalu.

Album ini memang dicetak terbatas dan eksklusif bagi mereka yang menyukai musik Sore. Awas kehabisan!

Sumber : http://music.detikhot.com/read/2010/04/07/133359/1333823/242/rilis-mini-album-sore-hanya-cetak-500-cd

Jumat, 09 April 2010

Garap Album, Leona Lewis Lirik Robbie Williams


Jawara 'X-Factor' Leona Lewis melirik Robbie Williams untuk album barunya. Beruntung "lamaran" Leona pun ditanggapi Robbie dengan ramah.

"Leona sangatlah proaktif. Dia tahu benar apa yang dia inginkan dan ke mana dia harus berjalan dan membuat semuanya terjadi. Dia menyukai Robbie dan berpikir Robbie sangat menyenangkan," ujar sumber dilansir Female First, Rabu (6/1/2010).

Sejak lama Leona mengagumi karya-karya Robbie. Karenanya mulai bulan depan keduanya sudah akan masuk studio untuk rekaman bersama. Leona berharap keduanya tak hanya mendapatkan satu lagu saja.

Sementara itu pencetus 'X-Factor', Simon Cowell, juga ikut senang dengan kolaborasi yang akan dilakukan Leona dan Robbie. Kolaborasi tersebut diharapkan Simon bisa membawa Robbie setuju jadi juri ajang pencari bakat vokal di Inggris tersebut.

Bukan hanya Robbie yang digaet Leona untuk album barunya. Band Kings of Leon pun akan jadi lawan duet Leona selanjutnya.

Pentolan Kings of Leon, Caleb Followill telah mendengarkan materi album Leona dan ia mengaku menikmati musiknya. Kings of Leon bahkan mengaku sebagai penggemar berat Leona.

Sumber : Kapanlagi.com

Kings of Leon Kembali Garap Album Baru


Tur panjang selesai sudah. Band bersaudara asal Amerika, Kings of Leon, kini kembali ke studio. Mereka sibuk menggarap album kelimanya.

"Studio hari pertama sukses bermusik. Hari dua baru saja akan dimulai dan siap kembali bekerja dan jangan lupa mini bar," tulis Nathan Followill sang drummer, lewat akun Twitternya.

Nathan dengan senang hati meng-update perkembangan Kings of Leon selama berada di studio. "Hari ketiga di studio. Kemarin kami mencoba sesuatu yang saya pikir semua pasti suka," tulis Nathan pada 7 April 2010.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari band peraih Grammy Awards tersebut tentang album barunya. Album ini nantinya akan jadi kelanjutan dari 'Only by the Night' yang mereka rilis September 2008 lalu.

Jumat, 26 Maret 2010

Battle Studies: Panduan Cinta ala John Mayer


Butuh waktu enam bulan bagi John Mayer untuk menyelesaikan album keempatnya, 'Battle Studies'. Sebuah album panduan cinta ala John.

Petualangan John dengan banyak perempuan cantik sudah jadi rahasia publik. Namun bagaimana jika semua itu dituangkan John lewat karyanya dalam album.

'Who Says' jadi single perdana yang catchy. Nada-nada pop jazz yang dibalut gitar akustik plus perkusi. Jangan heran jika lagu ini sanggup membuat tubuh Anda bergoyang.

Single keduanya, 'Heartbreak Warfare' juga tak kalah seru. John tahu benar bagaimana bermain-main dengan lagunya. Sentuhan rock sedikit terasa lewat raungan gitar elektrik di lagu ini.

Lagu-lagu lainnya tentu saja tak pantas dilewatkan. Misalnya 'All We Ever Do Is Say Goodbye' yang punya reff oke punya. Lagu yang sederhana dengan gitar akustik dan sedikit nuansa string.

'Half of My Heart' dinyanyikan John bareng penyanyi country pendatang baru, Taylor Swift. Bisa jadi referensi baru untuk lagu cinta Anda.

John membawakan kembali lagu tahun 1937 milik Robert Johnson yaitu 'Crossroads'. Nuansa blues masih berasa kental, namun John menambahkan unsur rock dan groove.

Seluruh lagu di album ini adalah ciptaan John. Begitu juga 'Friend, Lovers or Nothing' lagu terakhir di album yang bicara tentang kepastian.

Friend, lovers or nothing.. There can only be one..
Friend, lovers or nothing.. There'll never be an in between.. So give it up..

Secara keseluruhan, album 'Battle Studies' bisa membuat Anda betah. John menyuguhkan berbagai nuansa baru tentang cinta. Menuangkan bermacam kisah cinta dan bagaimana cara menghadapinya.

Daftar track album 'Battle Studies' John Mayer:
1.Heartbreak Warfare
2.All We Ever Do Is Say Goodbye
3.Half of My Heart (with Taylor Swift)
4.Who Says
5.Perfectly Lonely
6.Assassin
7.Crossroads (Robert Johnson cover)
8.War of My Life
9.Edge of Desire
10.Do You Know Me
11.Friends, Lovers or Nothing

Selasa, 16 Maret 2010

Foo Fighters: 'GREATEST HITS', Kamus Besar Seattle Sound


Apa jadinya jika Kurt Cobain masih ada? Saya bukan hendak mengatakan jika kematian ayah Frances Bean itu adalah berkah bagi Dave Grohl, namun pasca bubarnya Nirvana, Dave kontan menjelma menjadi sebuah magnet grunge baru, dan ia mengomandani Foo Fighters bukan dari set drumnya, namun dengan menyandang gitar dan berteriak lantang sebagai seorang frontman. Cobain mungkin tak tergantikan, namun David Eric Grohl nyatanya adalah salah satu ikon rock n roll tersukses hingga kini.
Rilisan GREATEST HITS dari Foo Fighters ini sebenarnya sudah edar sejak September 2009 silam, namun kurang pas rasanya jika album yang layak masuk dalam salah satu masterpice Dave Grohl, Nate Mendell, Chris Shiflett, Taylor Hawkins, serta gitaris additional yang selalu hadir kala mereka live Pat Smear ini kita 'diamkan' begitu saja.
Empat belas tahun, enam full studio album, adalah manifestasi karya mereka yang masing-masing memiliki kisah naik-turunnya karir mereka. FOO FIGHTERS (1995), THE COLOUR AND THE SHAPE (1997), THERE IS NOTHING LEFT TO LOOSE (1999), ONE BY ONE (2002), IN YOUR HONOR (2005) dan yang terakhir pada 2007, ECHOES, SILENCE, PATIENCE & GRACE. Tiga album diantaranya sukses diganjar Grammy Awards untuk kategori Best Rock Album dan raihan enam kali nominasi Grammy.
Dalam album yang highly recommended ini akan Anda temui hits-hits laris manis mereka di bawah label RCA. Mulai dari debut hits Big Me dan This Is a Call (1995), multi platinum selling single Monkey Wrench, My Hero dan Everlong (1997), hingga track yang pasti sudah Anda hapal di luar kepala, Learn to Fly, Breakout, All My Life, Times Like These, hingga Best of You.
Belum lagi track yang dipilih dari DVD Live Foo Fighters yang menghadirkan suasana perform secara live, Skin and Bones. Juga disertai 2 lagu baru, Wheels dan Word Forward yang belum pernah dirilis sebelumnya. Everlong acoustic version didapuk menjadi penutup album ini. Tapi kemana single Walking After You? Single yang juga jadi OST THE X-FILES di tahun 1998 ini ternyata masuk dalam GREATEST HITS deluxe edition yang berisi 16 video klip serta 5 lagu unplugged yang jadwal rilisnya berbarengan.
Overall, dari ke-16 track jaminan mutu yang dipasang di album ini, baik fans ataupun penikmat musik kebanyakan pasti dapat merefleksikan nama Dave Grohl dan Foo Fighters hanya dengan menyimak satu album 'rangkuman'. Sementara majalah rock UK, Kerrang! memberikan full five stars rated, maka sudah selayaknya jika Cobain pun tersenyum dalam standing ovationnya di alam sana.
Track List:
1. All My Life
(From the album ONE BY ONE, 2002) 4:24
2. Best of You
(From the album IN YOUR HONOR, 2005) 4:16
3. Everlong
(From the album THE COLOUR AND THE SHAPE, 1997) 4:10
4. The Pretender
(From the album ECHOES, SILENCE, PATIENCE & GRACE, 2007)4:27
5. My Hero
(From the album THE COLOUR AND THE SHAPE, 1997) 4:19
6. Learn to Fly
(From the album THERE IS NOTHING LEFT TO LOOSE, 1999) 3:56
7. Times Like These
(From the album ONE BY ONE, 2002) 4:28
8. Monkey Wrench
(From the album THE COLOUR AND THE SHAPE, 1997) 3:53
9. Big Me
(From the album FOO FIGHTERS, 1995) 2:14
10. Breakout
(From the album THERE IS NOTHING LEFT TO LOOSE, 1999) 3:22
11. Long Road to Ruin
(From the album ECHOES, SILENCE, PATIENCE & GRACE, 2007) 3:48
12. This Is a Call
(From the album FOO FIGHTERS, 1995) 3:55
13. Skin and Bones
(From the DVD LIVE SKIN AND BONES, 2006) 4:04
14. Wheels
(Previously unreleased) 4:38
15. Word Forward
(Previously unreleased) 3:49
16. Everlong
(Acoustic version) 4:11

Gorillaz Mulai Garap Album ke-3


Bersiap mendengar hits terbaru dari Gorillaz. Walaupun belum akan rilis dalam waktu dekat, kini dua penggagas Gorillaz, Damon Albarn (pentolan Blur) dan Jamie Hewlett (animator) mempersiapkan materi album.

Tak hanya materi lagu saja yang mereka persiapkan. Damon dan Jamie pun telah menggarap visual baru untuk band animasi mereka.

"Kami sedang mengerjakan rekaman Gorillaz. Kami kembali dari liburan musim panas dan sadar kami harus melakukan apa yang ingin kami lakukan dengan Gorillaz. Beruntung, Jamie setuju menggambar karakter mereka lagi," ujar Damon dikutip detikhot dari NME, Senin (22/9/2008).

Album ini nantinya akan jadi kelanjutan album 'Demon Days' yang dirilis tahun 2005. Sementara album pertama Gorillaz yang self-titled dirilis 7 tahun silam.

"Sebenarnya saya sangat bosan menggambar karakter ini. Tapi kami punya momen dimana kami ternyata punya angel baru dari mereka," jelas Jamie.

Sumber : http://music.detikhot.com/read/2008/09/22/093622/1010087/228/gorillaz-mulai-garap-album-ke-3

Sabtu, 13 Maret 2010

Kunci Band Lebih Fresh Dengan Vokalis Baru


Tahun 2010 ini tampaknya semakin banyak band yang berganti formasi, terutama berganti vokalis. Itu yang dialami juga oleh band rock, Kunci. Baru-baru ini para personelnya memutuskan mengganti vokalisnya. Bukan mengikuti trend, namun pelantun lagu 1 = Sama ini punya alasan lain menggeser Dendy (vokalis sebelumnya).


Band yang telah berdiri dari 2004 ini yang digawangi Nyong (gitar), Ade (drum), Bores (bass) dan Ewink (gitar) merasa tidak satu visi lagi dengan vokalis mereka. Yang mereka rasakan, perbedaan visi itu bukannya membawa mereka semakin kreatif namun sebaliknya.Kalau ini dibiarkan, hubungan kerja kami akan semakin tidak sehat. Daripada pertemanan kami ikut-ikutan tidak sehat juga, mending kami berembuk mengambil sikap. Dan ini lah keputusan yang terbaik, baik dari kami berempat maupun Dendy sendiri," ujar Ade, sang drummer saat ditemui di Manggarai, basecamp band Kunci beberapa waktu lalu.


Mengganti Dendy bukan persoalan mudah bagi awak Kunci. Pasalnya karakter Dendy di Kunci sudah begitu kuat dan melekat. "Makanya kami tidak mencari vokalis yang sewarna dengan dia. Karakter dia buat kami tidak akan tergantikan. Sejauh ini kami audisi pun banyak yang setipe dengan Dendy namun kualitasnya jauh di bawah," imbuh Nyong sang pemetik gitar ini.


Kesulitan bukan berarti berhenti di tempat. Melalui audisi yang ketat, Kunci mendapatkan vokalis dengan karakter yang berbeda jauh. Uban, ex-vokalis Majesty didapuk Kunci menggantikan Dendy. Secara karakter suara, Uban memang bertolak belakang dengan vokalis Kunci sebelumnya. Namun, hal itu menjadi tantangan buat anak-anak Kunci.


"Uban warna vokalnya beda, tapi dia juga punya karakter yang khas. Dia rock tapi lebih ke emo. Tidak apa-apa. Kami justru merasa lebih fresh dengan kehadiran Uban. Secara konsep musik pasti berubah, lebih fresh dan modern namun tetap nge-rock," kata Nyong sambil memainkan gitar kesayangannya itu.


Bagi sang vokalis baru, yang bernama lengkap Iwan Syafrizal Bossman, ini adalah satu kehormatan dan tantangan baginya dapat bergabung dengan band rock ini. "Buat saya sebuah kehormatan bisa bergabung dengan Kunci. Saya banyak belajar. Jujur ada beban tersendiri mengingat vokalis lama Kunci punya power dan kualitas yang bagus. Tapi ini jadi tantangan buat saya untuk maju," jawab Uban.